Skip to main content

Masyarakat sunda pasti tahu larangan (pamali ) yang turun temurun di percaya ini

Masyarakat sunda pasti tahu larangan (pamali ) yang turun temurun di percaya ini-pamali (larangan) kalau orang desa khususnya orang Garut kata pamali itu masih kental di masyarakt dan masih di percaya dan kepercayaan ini ada sejak nenekmoyang dulu yang masih di percaya untuk sebagai masyarakat sampai saat ini

saya juga samapi heran kok aneh pamali sampai menjadi budaya, dan terus-turun temurun sampai anak-cucu-cicit dan sampai generasi sekarang

Nah kata pamali itu sendiri sebetulnya adalah larangan, yang mana jika larangan itu di langgar bisa jadi akibat

etah siapa yang menciptakan kata pamali, entah itu di ambil dari agama, budaya atau apa, yang jelas masyarakat Garut pada umumnya masih mempercayainya sampai saat ini


pamali-untuk-orang-sunda-indonesia
ilustrasi

walapun sedikit demi sedkit kepercayaan pamali sudan mulai hilang,  hal ini karena untuk generasi saat ini tidak mudah percaya dengan hal mistis yang membuat ketebatasan kebebasn untuk berekspresi

dan terlebih lagi jika ada seseorang yang berkata itu pamali justru mereka di tertawakan, dan menggap pamali itu magicnya sudah luntur dan tidak matih seperti dulu lagi

nah apakah kata pamali adakah di daerah anda? Atau pantrangan apa yang anda ketahui
nah bagi kamu orang Jawa Barat sudah tidak asing lagi dengan kata Pamali ini

Baca juga: Tempat Kuliner Di Cibadak Bandung Yang Sudah Melegenda


1. Ulah ulin sareupna (jangan main di waktu maghrib)


Masyrakat sunda pada khususnya jika memasuki waktu maghrib semua anak-anak di larang berada di luar rumah , karena berangggapan seua jin setan sudah mulai keluar mencai anak yang sedang main, dengan istilah jin ''Sanekala'' yang mana di anggap jin sanekala rutin keluar setelah adzan Magrib, mak adari itu anak-anak harus masuk rumah

dan apabila pantrangan ini di langgar bisa jad terjadi sesuatu yang tidak orang tua inginak misalnya kesurupan, sakit, dan lain-lain

maka tidak heran, orang tua apabila sudah magrib minimal setengah enam sore sudah manggil-manggil anaknya untuk segera pulang ke rumah

2. Jangan duduk di pintu keluar rumah


sudah biasa kalau anak jaman saya sekoalah SD pulang sekolah atau cape habis maen, sebelum masuk rumah sukar duduk dulu di pintu keluar rumah, dengan alasan isitrahan  dan ududk santai enak dan sambil menikamati angin sepoi ajah

rumah jaman di buat bukan seperti sekarang lantai mengguanakan keramik, tapi rumah panggung di buat dari kayu  dan memeliki pintu ukuran sempit, maka di saat ada orang yang mau keluar sering terhalan oleh kita yang duduk, dan orang tua sering kali marah kepada siapapu yangduduk di pintu keluar

kerap kali orang tua menegur saya untuk jangan duduk di pintu masuk kerna alasan pamali,
menurut beliu duduk di pintu masuk bakalan nonton jodo (susah mendapatakan jodo) dan lebih bengis lagi kepada anak-perempuan, di banding anak laki

padahal kalau berpikir rasional apa hubungannya nontot jodo dengan duduk di depan pintu?, dan ternyata oh ternyata duduk di pintu kealuar itu menganggu orang tua keluar masuk rumah.

3. Jangan di topi pakai boboko


saya sering mengguankan topi dengan boboko (wadah nasi yanag terbuat dari anyaman bambu) karena saya anak desa ,saya kerap kali disuruh nenek untuk mencuci boboko karena bekas pemakaian aau hendak di pakai

dan si boboko yang akan di cuci itu di pakai ke kepala macam topi,
nah pada saat itu nenek sukar marah, ‘tong pake boboko pamali ‘’ saya  tanya emangnya kenapa nek? ‘budak make boboko mah sok gembul’’ ( anak yang di tudung pakai boboko makannya banyak), aneh memang padahal kan makan gembul mah perutnya aja yang seperti karet , iya gak?

4. Jangan tiduran sambil melihat langit


sejak kecil memamg saya anak yang bandel jika di larang oleh nenek atau orang tua suka melawan dan apabila di larang malah di anggap di suruh, memang agak aneh kelakuan saya dulu,

sudah menjadi kebiasaan saat saya ikut dengan nenek ke kebun atau ladang saya suka ikut, karena mamang di rumah sering kali tidak ada kawan

nah saat saya pergi ke ladang, dan nenek sedang menyiangi tanaman, saya nunggu di bawah pohon sambil tiduran denga beralaskan daun pisang, dan saat itu nenek sering kali negur, katanya jangan tiduran di bawah pohon dan jangan melihat ke langit, di takutkan ada anjing langit yang kencing dan kena mata, beliau bilang

dan saya gak pernah percaya sama sekali dengan ucapan nenek dan di anggap biasa aja, padahal apa hubunganyna antara kita tiduran dan kencingin anjing langit, emangnya di langit ada anjing gitu,, wkwkw

5. Jika  ada elang yang bersuara di atas rumah  akan ada orang yang meninggal


Kalau hidup di pedesaan burung-burung pastinya ada, termasuk burung yang sudah langka ini yaitu elang,

Akan tetapi menurut mitos yang ada di desa kami, jikalau  ada burung elang mengintari rumah dan sambil berusara, seminggu atau sebulan lamanya akan tertimpa sial atau ada sanak saudara yang meninggal

Makanya di saat ada elang yang bersuara di  dekat rumah, sukar di teriakin agar mereka menjauh
tejadi apa tidak walahu allam ya,

6. Saat makan harus duduk manis


Kalau masalah ,makan harus duduk manis mungkin ada kaitanya dengan norma kesopanan karena memang oran sunda menjungjun tinggi etika dan kesopanan untuk saling menghargai, dan tidak elok pula orang makan sambil jalan, beridir kesana kemari,  apalagi sambil ngomong dan terkesan kurang sopan

dan untuk hal ini lebih ke kesopanan dan dan menjungjung tinggi etika, dan orang yang tidak duduk mansi saat makan di anggap pamali


7. Ayam di berkokok di sore hari akan ada bencana


jika ayam berkokok di pagi hari sekitar jam 5an pagi sudah bisasa, ayam berkokok di siang hari sudah biasa akan tetapi jika ayam berkokok di sore hari misalnya jam 6, jam 7 malam ini mesti jadi perhatian, karena menurut mitos, ayam berkokok di sore hari akan terjadi sesuatu di kampung mereka, seperti bencana, gunung meletus, longsor atau bahkan kematian. ngeri memang yah
percaya atau tidak memang begitu adanya

8. Jika langit merah di sore hari harus menaburkan abu


Saat musim kemarau langit terlihat cerah dan awan yang menggumpal di langit itu hampir tidak ada, maka di pastikan hari terasa lebih lama
lamanya  terbenarm matahari sering di manfaatkan oleh petani untuk bekerja ladang atau sawah sampai sore hari, karena beranggapan cuaca cerah masih bisa bekerja

tapi di balik lamanya senja di sore hari ada salah satu mitos yang melegenda dan sudah menjadi adat, yang mana jikalau langit merah (layung) terlebih pancaran sinar matahri merah, maka penduduk kampung di haruskan untuk menabur abu ke luar rumah, dengan cara abu dari tungku di terbangkan dengan tujuan malam segera tiba

karena menurut mitos dengan kita menaburkan abu, di harapkan memprcepat hari menjadi malam dan selain itu juga, melarang melihat ke langit dan keluar rumah karena di khawatrikan mata kitapun ikut jadi merah

walaahu alam

9. Suara anjing melengking di malam hari ada kematian


Anjing kampung kalau malam –malam bisa mereka berusara, namun jika bersuara anjing di tengah malam samai jam 3 subuh, dan suara melengking, sudah di pastikan itu akan datang musibah dan benana terutama orang yang meninggal

dan saya pernah memeliki pengalaman, kebetulan malam itu senin malam sekitaran jam 02.00  dini hari anjing keras sekali menggaung dan cukup lama, nenek ngomong kepada saya, ‘’sep boa peting ayeuan aya nu maot yeuh sora anying meni tarik kitu mah’’ (sepertinaya sep hari ini ada yaang meninggal suara anjing keras begitu), eh bener saja ketika memasukai waktu subuh pak ustad mengumumkan ada yang meninggal,

dan percaya tidak pecaya memang dugaan nenek memang terbukti, hmm wallahu allam

10. Jangan pake peci dengan ayakan (sejenis saringan terbuat dari anyaman bambu dengan ukuran besar)


sebetulnya hapir mirip dengan kejadian di larang pakai peci boboko ini juga begitu melarang anak atau orang dewasa memakai topi dengan ayakan, karena konon katanya orang yang memakai peci menggunakan ayakan bisa di fitnah orang lain

11. Jangan  bersiul di dalam rumah


Orang tua saya jikalau saya bersiul di dalam rumah belaiu melarang, dengan alasan  menganggu orang rumah dan bahan lebih ekstreme katanya bisa mengundang jin dll, dan dan mitos lainnya apabila rumah di dekat hutan bisa mengundang Harimau

tidak sedikit anak yang bersiul di dalam rumah, orang tuanya langsung menegor,
kerna alasnan itu tadi, gaduhlah dan di anggap bisa mengundang mahluk lainnya
jikalau jaman dulau masih oke lah di percaya bersiul itu bisa mengundang harimau, tapi ukuran jam sekarang kayanya enggak deh ya

Bisa saja jaman dulu masih percaya keran mereka rumah di  pedalaman dekat dengan hutan dan harimaunya masih banyak gak macam sekarang, sekarang mah mau melihat harimau aja harus ke zoo park

dan point-point di ats hanya mitos ya, percaya atau tidak itu kembali kepada diri masing-masing

Waalahu alam

Nah itu ya mengenai pamali yang masih  kental di pertcaya terutama oleh orang Sunda dan mungkn kau ada pendapat lain boleh menambahkan di komentar ya

**** 
god bless you
Comment Policy: Hallo salam sukses untuk kita semua, GOD BLESS YOU.
Buka Komentar
Tutup Komentar