Skip to main content

Pengalaman naik jeepney di Manila bikin jantung mau copot

Apakah anda suka menyusuri kota atau bahkan luar negeri teman-teman? Jika iya pasti sama dong dengan saya, pada pertengah tahun 2016 saya ada seminar di universitas women di manila , yang mana agenda saya dari kampus adalah semibnar kesehatan dan sekaligus refreshing yang selama setahun terus menerus praktik di rumah sakit dan juga berkutat dengan tugas menulis askep yang tiap akhri stase pendidikan perlu ada seminar dan juga tiap orang  perlu membuat laporan kasus asuhan keperawatan jadi bisa di pastikan kami-kami merasa jenuh dan berharap bisa refreshing macam ke luar negeri ini

Seminar  di pelatihan di Manila adalah selama 3 minggu yaitu seminaar kesehatan  dan pelatiha PPGD dan  memakan waktu sekitar  3 minggu penuh, dan setiap hari minggu free
Disela-sela libur seminar dan juga pelatihan yaitu di hari minggu saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk mengunjungi wisata di Manila seperti Taman Rizal Park dan tempat belanja seperi mall dan seven eleven

Ketika saya dan teman mengujungi tampat tertentu tentu saja menggunakan kendaraan , yang mana kendaraan tersebut termasuk aneh kendaran yang unik menurut saya kerana mulai dari bentuk yang beda mirif jeep dan juga di hampir selurh tubuh kendaraan di beri warna mencolok danjuga gambar-gambr hewan atau gambar patung tertentu, dan panjangnya bisa menampung lebih dari 10 orang, bisa jadi jeepney ini kepanjangan dari jeep, kerna bentuknyapun mirif , namun yang menarik dari jeepney adalah badan kendaraan di beri gambar-gambar unik  seperti naga, ular dan motif lainnya yang menarik

Baca juga: Cara menghapus gambar whatsapp yang bersumber dari group, menggunakan aplikasi Sift Magic Cleaner

Naik jeepney di Manila


Kalau di bandung kita jalan-jamn menggunkan angkot atau kendaraan online lainnya, tapi di Manila kita bisa menggunakan kendaraan macam jeepney, ko namany jeepney , jeepney ini macam angkot di Indonesia , dan memeliki trayek masing-masing dan memeliki warna beda-beda tiap trayek
Jeepney ini di gunakan pada jaman perang yaitu mengangkut bala tentara , untuk ke medan perang pada masa perang dunia II, berhubung sudah merdeka dan jeepey banyak maka oleh tentara pejuang di hibahkan ke masyarakat, untuk di jadikan angkutan transportasi umum dan menurut sejarah buku sejarah di Manila di hitung-hitung keberadaan jeepney ini sudah puluhan tahun namun ke eksistensiannya msih ada sampai saat ini , dan bahkan menjadi ikonik kota Manila dan juga Philipina

pengalmaan-naik-jeepney-dimanila-notes-asher

Naik jeepney ini tidak mahal dan sudah di tetapkan oleh pemerintah jadi tiap kali kita naik jeepney jauh maupun dekta di bandrol dengan harga P15 atau P15 kalau kurs Indonesia sekitar Rp 3.750, mungkin kalau di Indonesia semacam tarif Damri jauh dekat harga sama, namun di Manila semua angkutan umum di atur pemeritah mengenai tarif bawah dan  atasnya, beda dengan macam di kita aturan ada namun si pengmaudi kadang menarik ongkos tidak sesuai aturan, kerna kita tahu presiden Duterte dengan keras dan kejam bagi si pelanggar aturan jadi mungkin rakyatnya nurut dengan aturan pemerintah tersebut

Tidak sulit menemukan rute


Nah yang paling menarik dari jeepney ini adalah kita tidak usah bingung atau tidak tahu arah yang harus lewati kerna di atas kaca depan mobil jeepney sudah di tuliskan rute yang akan dilewati macam  gini  , Gatsu-Peta-Muahmad Toha-Pungkur, nah di mobil itu di tulisakan nama tempat yang di lewatinya jadi memudahkan kita untuk menumpangnya, nah kalau di angkot kita hanya tertera hanya dua tempat misal ‘’soreang-terminal leuwi panjang’’, tidak terteran jalan mana-mana saja yang terlewati, tapi kalau jeepnet semua jalan yang di lewati di tulis semua

Mungkin kalau di Indonesia seperti bus AKAP, AKP, di sana sudah ada label kota-kota yang akan di singgahi bis tersebut

Sopir mobil jeepney bawa penumpang seperti bawa mobil karung beras
di Indonesia mungkin membawa kendaraan ugal-ugalan dan sopir bawa penumpang seperti bawa karung beras mugkin sudah habis kena semprot penumpang atau pengendara lainya, tapi lain cerita di Manila sana, sopir membawa kendaraan itu seenaknya dan berhenti seenaknya juga , mungkin maklum jalana di Manila bebas hambatan dan tidak macet jadi jalan selalu lenggang walapun di hari kerja, kerna orang-orang lebih banyak macet di stasiun dan  terminal bukan jalanan macam di Indonesia.

Orang di Manila mereka lebih sadar mengguanakan kedaran umum seperti bis, LRT, MRT, kerna mungkin tarif ongkos yang murah dan tepat waktu dan menjangkau semua pusat perkantoran, jadi terminal LRT dan MRT ssemua terintergrasi dengan alat transfortasi lainnya, jadi memudahkan masyarakat untuk bekerja mauan sekedar jalan-jalan

Hal yang tidak mungkin sampai saya lupa ketika menggunakan kendaraan jeepney adalah mengenai kekonyolan sopir jeepney yang suiper duper aneh, hehe,, saya mengagapnya aneh kerna tidak ada di Indonesia

ketika itu saya sudah cape dan  pingin pulang ke kondo , memutuskan pergi ke taerminal jeepnet di sekitrn taman Rijal Park,  di terminal berjejer jeepney yang siap berangkat sesuai trayek masih-masing, saya pergi ke terminal jeepney kerna alasan kalau menuggu di jalan kadan suka penuh dan terlebih lagi teman yang akan menumpangi jeepney banyak kerna ada sebagian teaman yang tidak mau pisah dengan teman yang lainnya keran alasan takut (sasab) ke kondo , hihii,,,

Saya dan teman-teamn masukke salah satu jeepney yang masih kosong dan sudah ada 4 orang di dalam , dan ketika saya dan teman sudah masuk jeepney ini langsung cus pergi keran sudah penuh,
Khirnya si jeepneuy ini pergi, singat cerita, ada penumpang yang hendak turun, kemudian dia mengetuk kaca dengan mengguanak koin pertanda bahwa kita sudah sampai , macam kita ngeatuk bis aja gitu,

……..cekiiiiit,,, nah di situ merasa kaget, saya dan teman-marasa kaget, ko rem nya mendadak seprti ini mugnki kalau di Indoensia sudah saya marahi tuh sopir namun di negri Orang dan bahasa inggris saya masih terbatas, mau ngomong juga susah heh,,,,   samapai-sampai kita terseok ke depan keran di rem sekaligus dan uniknya si penumpang orang Manila asli malah diem gitu aja gak ngomogin gimana-gimana, dan si penumpang ini keluar, dan begitu, mau berangkat lagi si sopir ini langsung tancap gas seceptnya, dan kami terkejut lagi, walah,, dalam pikiran saya kalau begini terus badan bisa pada sakit kerna terus berserretan dengan penumpang lain dan jantung bisa-bisa mau copot,, kami hanya bisa tertawa cekikikan saja, di dalam jeepney tersebut sambil ngomel dengan bahasa Indonesia, penumpang lain hanya bisa melongo kerna kami-kami ngomong bahasa Indonesia, hiii

Dan ternyata di kira cuman saat itu saja, dan ternyata setiap kali orang yang hendak turun remnya selalu mendadak seperti itu, dan kalau di hitung-hitung orang yang rutin sudah 3 orang, semuanya di rem mendadak, aduh cape banget aslinya, tapi yang aneh, oranga Manila justru santai saja duduk , mungkin mereka sudah biasa di perlakukan seperi itu,,,

Akhir certia kami  turun dari kendaraan, dan membayar di kolektifkan, dan yang uniknya, ketika kita hendak membayar, kita tinggal ketuk pintu dan ongkos itu di estapetkan dengan penumpang lain jika kita duduk di dekat pintu dan jauh ke sopir, sampai ke sopir, dan kembaliannya pun begitu, tidak macam kita naik angkot, begitu turun  baru di bayar langsung ke sopirnya

Sampai ke  kondo teman-teman terbahak-bahak kerna ke kekonyolan sopir jeepney dan ternyata oh ternyata semua sopir jeepney seperti itu, haduh,, capee deeh,,

Kerna kami hendak ke intramuros juga menggunakan jeepney, dan begitu juga, hadeuhh,, capee deeeh,,,

Tapi untuk kendaraan lain sepert taksi dan FX Manila sih gak seperti itu, dia seperti di Indonesia
Nah itu ya pengalaman kami menggunakan kedaraan jeepney, jantung terasa hendak copot dan berasa dag-dig-dug jeleger sepanjang jalan,

*** 
Happy nice day 
Comment Policy: Hallo salam sukses untuk kita semua, GOD BLESS YOU.
Buka Komentar
Tutup Komentar