Skip to main content

Kamu belum ke bandung jika belum merasakan makanan yang ini

Kamu belum ke bandung jika belum merasakan makanan yang ini-Bandung surganya kuliner yanga enak-enak, sampai-sampai jika ada pelancong ke bandung mereka akan kebingungan memilih jenis makan apa? karena saking banyak ragamnya, jadi jika kamu liburan ke Bandung, perlu di prioritaskan dulu makanan-makanan yang khas ini di kota Bandung

Dan saking kreatifnya orang bandung, jenis makanan yang pada awalnya tidak ada di bikin ada, dan bahkan makanan yang sudah ada di modif menarik dan tentunya rasanyapun enak, ‘’naon atuh anu euweuh di bandung’’

Mulai dari camilan sampai makan yang berat semua ready , dan juga yang menariknya lagi pemerintah kota bandung terus mendukung kreatifitas warganya untuk membuat sesuatu yang baru, bahkan kota bandung ada lembaga pelatihan khusus yang memberikan pelatihan mengenai cara mengolah makanan, memodifikasi makanan yang sudah ada, kepada warganya untuk berinovasi , dan selain itu juga setiap tahun di adakannya acara pusat kuliner khas daerah dan biasa di pusat keramaian seperti jalan Asia-Afrika, Gedung Sate , dan bertujuan untuk melestarikan makanan yang  ada di jabar

Baca juga: Balong Sirah Cisewu Sumber Air Tidak Pernah Surut Sepanjang Masa

Pada umumny jenis  makanan yang di pamerakan di acara tahunan tersebut adalah makan yang sudah ada sebelumnya dan ada juga makana sudah ada seperti seblak
Nah untuk anda yang akan melancong ke bandunga alangkan baiknya mencoba jensi jajana khas kota bandung , ini yaitu:

#1. Seblak


seblak-bandung-yang-enak-dan-gurih-notes-asher

Seblak adalah jenis jajanan yang memeliki rasa yang enak dan bau wangi bawang merah yang wangi, seblak ini di buat dari kerupuk mentah kemudian di banjur dengan kuah bumbu dari campuran bawang merah, bawang putih, cabe merah, garam , gula dll

Yang membuta orang ketagiahn terutama orang bandung adalah rasanya yang lada dan wangi bawang yang wangi membut siapapun ketagihan, dan terlebih lagi di makan di siagn hari, enak dan perut merasa lapar terus

#2. Cuanki 


Cuanki juga rasanya memeliki rasa yang lada dan enak di mulut, dan umunya penjual cuanki di siang hari sampai malam, baso, aci dan tahu merupakan andalan dasar terbuatnya cuanki dan jika kamu merasa kurang kenyang, cuanki bisa menambahkan mie instan, dan kalau orang bandung makan cuanki tanpa mie mungin ada yanga kurang kerna kurang kenyang, dan yang menariknya makan nasi kadang di kesampingkan tapi lebih memilih cuanki plus mie instan, tapi memang cocok banget di makan di bandung terlebih lagi cuaca bandung memeliki cuaca dingin, jadi klop deh makan cuanki plus mie karenakancuaca bandung memang khasnya dingin, dan untuk mendapatkan cuanki tidak susah di dapat hampir di semua ruas jalan , perumahan, pasit tidak susah menemukan penjual cuanki ini, dan yang menjadi khas penjual cuanki adalah  memukul kohkol atau piring sebagi ciri khas mereka

#3. Batagor


Batagor juga lagi-lagi di kuah juga namun bisa di pesan kering dan juga di pesan kuah, tergantung selera anda mau, namun jika menginginkan rasa pedas yang kuat lebih baik memilih batagor kuah keran bisa menambahkan sambal banyak, heheh

Kuah kacang di tambah aci di goreng dan rasa kenyal itu lho yang membuat siapapun ketagihan, terlebih lagi kuah yang ‘’kulinyar’’ membut enak di mulut, dan untuk cocok di makan di siang hari juga, sensai yang dirasakan adalah lada dan enak karena kuahnya itu

Untuk kamu yang menginginkan batagor bisa datang ke daerah Tegalega (Monumen nasioan bandung lautan api), taman sari, sekitaran jalan dipatiukur,  terutama di sore hari, banyak di sana penjual aneka batagor dan beragam harga

#4. Es cendol


Untuk di bandung akhir-akhir ini yang lagi booming adalah es cendol eliszabet, yang mana penjulalnya biasa  di temuak di jlaan sudirman yang mendekatike bundaran cimahi, dengan menggunakan gerogak ukuran kecil dan memeliki ciri khas tulisan di kaca roda ‘’Cendol Elizabet’’kemudian di jalan Tegalega, cendol  memeliki karakter hijau pekat, dan rasanya enak kenyal di mulut, untuk membelinya bisa beli sudah di beri kuah gula merah plus santan, dan juga memesan  hanya cendolnya saja tanpa di kuah gula merah, per gelas cendol Elizabet di bandrol Rp 5 000/gelas, dan cocok di minum di siang hari di saat cuaca gerah

#5. Baso


Duh makan kesukaaan saya nih hehe , baso ini hampir di semua daerah khusunya di Jabar da penjual baso, tentu saja tiap daerah memeliki cita rasa yang berbeda-beda tergantung bahan dasar , dan  uniknya baso di bandung beragam, ada baso urat, baso ceker, baso telur, baso anggur , baso ikan, baso ampela, baso beranak dll, jadi tinggal anda maunya baso apa , tinggal pesen, dan untuk lokasinya saya tidaka bisa merekomendasikan karena mudah di temukan di kota bandung, seperti di kota Cimahi baso yang terkenal enak dan tempatnya yang enak dan nyaman adalah baso “tresno’’ baso tersebut sudah terkenal memeliki citarasa yang enak dan daging sapi yang gurih dan memeliki banyak varian rasa

Untuk memilih baso yang enak dan aman menurut BPOM, pilih baso yang memliki karakter tidak putih bersih, tapi lihat dari ciri fisiknya yang kasar dan muncul daging terlihat keluar , karena menurut BPOM, baso yang bersih dan tidak kasar patut di curigai mengandung borak, yang mana borak ini bisa mengancam kesehatan

#6. Surabi 


surabi-bandung-anu-enak-di-cihampelas-notes-asher

Surabi haneut, mungkin itu istilah orang bandung, surabi terbuat dari tepung dan di tambah gula merah , dan pada umumnya penjual ada di sore hari dan di masak dengan di bakar dengan mengguanakan kayu bakar di masak secara tradisional,namun di masak secra tradisional masalah rasa justru lebih enak dan bau wangi yang khas , untuk mendapatkan surabi, kamu bisa datang ke Jalan Setiabudhi , disana banyak menjajakan surabi, ada yang buka 24  jam , ada yang mulai buka pukul 14.00 WIB, dan ada yang buka setelah manghrib, dan harganay pun beragam, mulai Rp 5 000, dan rasanya enak. Dan kebetulan melancong di jalan Setaibudhi kamu bisa datang ke warung setiabudi, warung surabi, dan masalah rasa pada umumya relatif sama

#7. Peuyeum bandung (tape singkong)


Peyeum bandung siapa sih yang gak tahu peuyeum bandung, peuyeum (tape) memeliki dua macam jenis, ada tape ketan dan juga tape singkong, namun yang mudah di dapat dan terkenal adalah tape singkong, dan untuk mendapatkannya kamu bisa datang ke tempat oleh-oleh banduang yang berada di sepanjang jalan Terminal Leuwi Panjang di sana banyak penjual peuyuem , dan umumnya peyuem bandung terdapat hanaya di tempat oleh-oleh saja, dan peuyuem ‘’kasohor’’ yaitu tape dari Cimenyan , karakteristiknya kenyal dan manisnya alami, jadi tidak membuat kita gendut karena kelebihan gula

#8. Aneka gorengan

Sarapan orang bandung untuk di pagi hari mereka lebih memilih gorengan di tambah segelas kopi hangat ketimbang  makan nasi , nah gorenga tersebut beragam seperti bala-bala, gehu, goreng singkong keju dan  resoles, semuanya di buat bahan dasar campuran tarigu, rasanya enak terlebih di makan saat masih hangat dan di makan bersama cabe mentah, itu enak banget

Penjulanyapun umumnya menggunakan gerobak, dan di dorong, dan terdapat di pagi dan sore hari, untuk harga update terbaru satu biji di hargai Rp 1000 dan itu lumayan besar, namun untuk kamu yang sedang diet, tidak di saranka karena kandungan minyak yang banyak karena di masak cara di goreng, terlebih lagi menggunakan minyak curah

#9. Goreng tempe


Goreng tempe termasuk makan khas bandung, tempe selain di jadikan sayur tempe  yang bergizi tinggi, juga di jadikan camilan ,, goreng tempe ini memeliki karakter keras, dan tipis, untuk di makan saat dalam perjalanan, dan juga di jadikan lauk nasi atau di makan sebagai camilan pun tetap maknyos, untuk mendapatkannya kamu bisa datang ke Jalan Leuwi Panjang (sekitaran terminal Leuwi Panjang),  dan harganyapun murah, per kilo di hargai 50k, dan itu cocok di makan bersama mie instan

Nah itu yang mengenai jenis makanan yang perlu kamu coba saat berkunjung ke bandung, dan untuk mendapatkannya tidak susah kerna hampi semua ruas jalan sudah ada
***
Happy nice day
Comment Policy: Hallo salam sukses untuk kita semua, GOD BLESS YOU.
Buka Komentar
Tutup Komentar