Skip to main content

Jenis kudapan yang biasa saya temukan saat ke undangan di Cisewu Kabupaten Garut

Jenis kudapan yang biasa saya temukan saat ke undangan di Cisewu Kabupaten  Garut-makanan khas daerah biasanya memeliki ciri khasnya masing-masing dan bahkan setiap daerah kabupaten khususnya kabupaten di jawa barat memeliki  oleh-oleh khasnya masing-masing, baik itu jenis makanannya maupan hasil dari bumi

khususnya di Kecatamatan Cisewu ada yang unik terutama di saat ada orang yang hajatan yang mana makan itu sudah menjadi makan yang wajib adanya,  seperti saat menjelang nikahan dan juga khitanan,

untuk jenis kudapannya adalah  memelik bahan dasar dari ketan dan terutama dari ketan putih
bahan dasar ketan inI di bikin beragam olahan, mulai  dari olahan yang manis sampai yang asin-asin
maka tidak heran orang yang merencanakan hajatan, 2 bulan sebelum hariha mereka sudah mempersipakan jauh-jauh hari, dengan istilah ‘’babahanan’’, babahanan ini istilah untuk persiapan menjelang hariha acara

dan yang menjadi ciri khas dan adat budaya nenek moyang dan masih menjadi bagian budaya sunda adalah jika ada saudara/tetangga mengadakan hajatan, maka si tetangga juga ikut menyumbang dengan istilah nyambungan juga berupa olahan yang terbuat dari ketan seperti tape ketan, opak, wajit dan kadang juga di tambah dengan ayam atau kambing,

dan tidak kalah menariknya saat tetangga nyambungan , mereka mengguanakan wadah yang di beri nama said, said ini berupa boboko (wadah nasi di sunda) yang ukuran besar dan di bawa dengan cara di gendong ataua kalau bawaanya banayk si suaminya mikul, dan bisa muat makanan dalam jumlah banyak

dan di saat si tetangga mau pulang maka si orang yang nyambungan ini di persilahkan makan dulu sebeluam mereka pergi, dan juga si said yang tadi di pakai untuk wadah makan itu di isi lagi oleh si pemilik hajatan dengan sayur daging, opak, wajit dan pisang, sebagai tanda terima kasih, dan di beri istilah ‘’mulang’’

dan budaya tersebut sampai saat ini masih terus seperti itu, dan rasanya budaya tersebut semakin ke sini semakin terkikis dengan budaya modern, dan kurang begitu di lestarikan, mungkin alasan sederhananya sudah kuno dan ketinggalan jaman

padahal jika budaya tersebut di lestarikan bukan tidak mungkin menajadi budaya ciri khas orang sunda, dan akan kangen si masa yang akan datang, bisa saja anak dan cucu kita sudah tidak tahu lagi hal  yang beginian

Baca juga: Daftar Desa di Kecamaan Cisewu Serta Potensi yang Di Miliki Masing-Masing Desa

nah di bawah ini jensi makan yang sering  kami temukan setiap kali ke kondangan di Cisewu-Garut

1. Peuyeum Ketan (Tape Ketan)


[hover_share] peuyeum-ketan-putih-asal-cisewu-garut-notes-asher
Peuyeum Ketan

makanan yang satu ini memang tidak asing lagi terutama masyarakat sunda dan khususnya daerah cisewu, makanan yang terbuat dari ketan dan ragi ini memang kudapan yang banyak di sukai oleh masyarakat sunda pada umunya kerna memeliki rasa yang manis alami tanpa tambahan gula dan juga proses menggungkan tidak menggunakan bahan pengawet, jadi di pastikan makan peuyeum ketan tidak mengandung efek yang merugikan untuk kesehatan

dan uniknya setiap hajatan  peuyeum ketan ini menjadi kudapan yang wajdi hadirnyad di  meja undangan

untuk bahan dasarnya peuyeum ketan adalah memang ketan pilihan yang baik untuk di bikin penganan ini

ketan itu sendiri memeliki dua macam bahan dasar yaiitu ketan putih dan ketan hitam namun pada umunya orang cisewu lebih memilih ketan putih, yang menjadi alsan sederhananya adalah di anggap enak dan tidak keras saat di santap

Nah bagaimana cara pembuatan peuyum ketan?


caranya adalah, sediakan dulu beras 2 liter, kemudian di bersihkan dengan cara di isikan (sunda)/cuci bersih, dan langsung di rendam dengan air hangat, kemudian di tim sampai masak di atas dandang/langseng dengan ukuran jumbo, lalu di dinginkan di atas wajan/nyiru  atau wadah yang besar, tujauannya agar cepat dingin, saat masih panas untuk memerikan kesan wangi dan juga warna  hijau alami, ketan masih panas di tambahkan perasan air katuk/suji,  katuk/suji ini meberi rasa wangi dan juga warna hijau yang pekat, dan memberi rasa yang nikmat

dan setelah dingin, lalu taburi ragi secukupnya dan jangan terlalu banyak pula campurkan sampai merata, lalu dibungkus dengan mengguanakan daun pisang atau daun waru, lalu di timbun di bongsong dan di tutup sampai kedap udara menggunakan kain atau jimpo (kain lebar yang biasa di gunakna utnuk membawa berkat dari jauh) di proses permentasi, agar tidak ada hawa yang masuk,
kita perlu sabar menuggu selama 2-3 hari sampai tape terasa manis dan legit,

untuk ketan kualitas bagus maka si tape ini kan mengeluarkan air tape yang kental dan memeliki rasa manis alami, dan tidak jarang orang yang ingin merasakan mabuk malah di simpan lama si tape ini agar rasanya lebih enak dan mengadung alkohol alami

2. Opak


opak-ketan-kudapan-asal-cisewu-notes-asher

opak kalau orang sunda bilang adalah opak, opak adalah sejenis kudapan terbuat dari ketan putih dan ada jua dari ketan hitam namun ransanya kurang enak dan karakter keras, gimana cara pembuatannya? Pembuatannya jelas beda dengan peuyeum (tape)

pembuatan opak ini membutuhkan waktu luamayan panjang mulai dari beras di cuci-di rendam sampai bisa di makan itu membutuhkan waktu sekitar 4 hari selama itu termasuk proses  yang cepat jika cuaca panas, karena butuh di jemur di terik matahari atau saat musim hujan perlu di unun (sunda),  beras di cuci-di kukus-di tumbuk di jubleg (tempat khusu untuk menghaluskan)-di cetak bulat-bulat-di jemur sampai kering, lalu di goreng atau di panaskan bara pasir panas? Apakah pasirnya masuk ke opak tersebut? Tentunya tidak, justru ini lebih alami dan rasanya enak tanpa pemanasan dengan minyak/istilah sunda di sangrai

nah bagaiaman dengan rasanya? Untuk masalah rasa enak dan untuk anda yang melakuan diet memang makan opak ini termasuk kudapan yang enak dan juga memeliki gizi yang baik,
untuk opak pada umunya di bikin memeliki dua vairan rasa yaitu manis dan asin,

untuk manis di beri gula merah, di masak dengan cara menggguakan pasir panas atau di dekatakan dengan bara api sampai opak mengembang besar dan matang, dan yang asin bumbunya garam dengan cara  di goreng, untuk opak asin di berinama ‘’gogodoh’’ rasanya krenyes dan di beri pewarna makanan, merah, kuning dan hijau,

agar opak tahan lama, opak di bungkus menggunakan plasitik ukuran besar dan tentunya kedap udara, maknaya bisa bertahan sampai 6 bulan asal di simpan dalam suhu hangat dan tidak lembab,
 makanya nenek saya dulu di Garut sering menyimpan opak di atasnya para, memang cukup tahan lama kendatipaun tidak menggunakan bahan pengawet,

3. Wajit


wajit-makanan-khas-cisewu-garut-notes-asher

wajit, makanan yang memeliki bahan dasar gula, kelapa dan beras ketan putih, memang tersmuk makan yang wajbi pulak hdir di tempat hajatan di garut, apa bahan untuk membuat wajit, wajit terbut dari ketan putih dan prosesnya memang cukup lama, hampir sama lamanya dengan pembuatan opak dan butuh di jemur pulak, pengolahannyapun lumayan panjang

dari awal sampai wajit bisa di makan bisa 3 hari baru bisa di konsumsi,  beras-di kukus-di olah dalam wajan-tambahkan gula aren dan di dinginkan lalu di bungkus dengan ukuran 3 cm x 3 cm dengan bentuk segitiaga dan di bungkus menggunakan kertas khusus yang memelliki permukaa licin, layaknya minyak

tapi ada juga wajit yang di bungkus menggunakan  daun jagung ini lebih alami dan untuk saat ini  keberadaanya sudah jarang saya jumpai, dan hanya lihat saya wajit khusus  yaitu wajit cililin yang banyak di pasaran dan termasuik oleh-oleh bandung pulak

setalah di bungkus lalu di jemur, sampai kering, namun jangan terlalu kering juga, di khawatirkan kertas menempel kuat dan sulit saat di buka

apakah lengket kertasnya saat di makan? Tentu saja tidak, maka saat pengolahan beri minyak dulu, tujuannya agar tidak sulit di buka

naum jika bandel sulit di buka ada alternatifnya adalah di masukan ke air, tujuannya si kertasnya hancur dan wajitnya di makan tanpa kertas,

pembuatanya sangat mudah untuk mereka yang sudah ahli,,,, bahanya juga tidak banyak ragamnya, hanya gula aren, ketan hitam atau putih dan air,

untuk itu bagi kamu yang ingin merasakan wajit dari cisewu , bisa datang di saat ada hajatan di pedesaan teruama di cisewu, atau mungkin untuk anda yang ingin merasakn wajit khas sunda,  boleh pesen sama saya, hehe,,,

wajit bikinan orang cisewu rasanya beda dan tentunya jauh beda dengan wajit yang ada di perjual bellikan

4. Angleng


kudapan-asal-cisewu-angleng-notes-asher

makana yang satu ini mirif dengan wajit namun pembuatannya menggunakan gula putih, dan rasanya lebih enak dan wangi, sebab si pembuat biasa menambahkan atau ada pengharum khsusu yaitu ‘’ambon’’ nama abon ini adalah cairan pewangi untuk angleg tau makan lain agar wangi ini bertujuan saat di santap terasa wangi laksana pisang ambon dan di kemas botol kecil ukuran ibu jari, dan penggunaanya 1 tetespun wanginya luar biasa, , dan untuk membedakan mana wajit mana angleng adalan struktur fisiknya, untuk wajit di bikin sepert bungkusan biasa segi empat, dan untuk angleng di bentuk segitiga dan warna pada umumnya adaah putih. Karena bahan dasar gula putih dan ketan putih

cara pembuatannya hampir sama dengan wajit, tapi bahan dasarnya menggunakan gula putih bukan gula aren, dan untuk angleng ini memeliki kelebihan yaitu di luar kering dan saat di gigit dalamanya basah, jadi terasa lumer di mulut,
ingin merasaknanya, boleh deh pesen sama saya, untuk angleng khas Garut,,

5. Pisang (sunda: Cau)


kalau pisang dimana-mana sudah familiar baik di pedesaan mapuapun di kota di saat ada hajatan pisang ini menjadi makanan yang wajib ada, jenisnya pun beragam seperti pisang raja, pisang ambon, kepok dll, akan tetapi yang paling banyak di pakai utuk acara hajatan adalah jenis pisang (sunda: cau gebreg), atau jenis pisang yang mini dan rasa yang manis,

6. Ali-Ali


kudapan-asal-cisewu-ali-ali0-notes-asher

ali-ali bentuknya mirif dengan cin-cin dan bahan dasar tepung beras atau ketan kemudian di olah dan di bentuk menggunakan cetakan dan di bikin bulet-bulet mirif  cin-cin, rasanya manis karena gula merah, untuk pematangannaya di  goreng dan lalu di tiriskan, citarasa yang di hasilkan enak, dan tentu saja bebas dari bahan pengawet, dan bisa di awetkan dengan cukup lama bisa bertahan 1  bulan asalkan di bungkus  di plastik kedap udara agar tidak muncul jamur

dan saat di sajiakan  di ondangan adalah di masukan ke dalam keler (wadah khusus)  yang menggunakan penutup, dan saat tamu hendak  memakannya tinggal buka dan tutup lagi, mungkin agar si ali-ali tetap rasanya tetap enak dan nikmat  karean kalau di biarkan cukup lama rasanyakran enak an di bikin kurang lumer di mulut

7. Air Teh


entah apa yang melatar belakangi air teh ini mesti ada, sebab hampir setiap saya menghadiri kondangan di daerah cisewu khususnya Girimukti air teh ini selalu ada, bahkan di sajikan untuk tamu undangan adalaha masih hangat, dan uniknya di bikin kental dan bau wangi yang mantap, entah ini menjadi kebudayaan masyarakat sunda jika habis makan kuah daging mesti minumnya air teh, dan tehnyapun memiluh jenis teh gelang (bukan teh  kemasan pabrik) tapi teh yang di dapat dari pekerja perkebuanan, jadi wanginya beda banget dan rasanya mantap

8. Kerewel


kudapan-enak-asal-cisewu-kerewel
Kerewel

Duh saya bingung yah, bahasa indonesianya apa ? ada yang tahu, kerewel terbuat dari tepung terigu, di campur gula dan di beri pewarna makanan dan saat di matangkan mirip bikin bala-bala (di goreng), namun dicetak ada cetakan khsusus mirif bunga, Bentuknya yang menarik dan warna yang mencolok bikin siapapun tergoda untuk mencicipinya? Apakah aman makan kerewel? Ini aman lho hanya ada tambahan pewarna saja,

Rasanya  manis karena tambahan gula putih dan terigu lalu di goreng, enak namun jika mengkonsumsi dalam jumlah banyak, kepala pusing, karen mungkin minyaknya itu,
Untuk di tempat hajatan di sajikan di dalam keler/suliwer (wadah makan) dan memeliki beraneka macam warna dan sesuai kehendak si pembuat, dan saat di gigit, kerenyes dan enak sambil menyaksikan panggung hiburan orkes

9. Beragam bentuk kue bolu


Kue yang teradapat di hajatan adalah beragam dan tidak hanya satu jenis, pada umumnya berbagai macam bentuk walaupun rasa sama

Sebut saja  saat menghadiri undangan khitanan, maka kita akan menemukan da melihat bolu yang di bikin seperti anak lagi duduk di kursi khitan, dan di beri warna warni yang keren, biasanya untuk kue mirif patung ini hanya di taro di dekat kursi pengantin atau kursi khitan anak sebagai hiasan, dan tidak di beri ke tamu undangna, dan di makannya nanti di saart hajata sudah bubar atau esok harinya baru di makan oleh keluarga

Tak hanya itu, kue pun di bikin beragam bentuk macam hewan, bentuk orang-orangan, buaya, ayam dan lain-lain, tentu saja di bikin semirip mungkin dan di beri warna yang menarik

Memanga saat saya ke undagan buruan makan yang sudah saya sebutkan di atas sering saya prioritaskan, dan itu menjadi makan tradisi di desa kami, dan itus dah turuh temurun sejak lama, bamun untuk saat ini saya lihat sudah meulai berkurang dan bahakan dulu jika saya ke undangan, sukar di beri konca (isi daging, kerupuk , beras, udang), tapi untuk saat ini sudah mulai beralih seperti menggunakan mie instant dan minuman kemasan botol, sungguh sayang sekali yah …

jadi untuk anda yang ingin  merasakan makan sepeti dia atas boleh mendatangi ke acara hajatan di desa kami di Desa Girimutki-Cisewu-Garut, pasti akan menemukannya?
*** happy nice day 
Comment Policy: Hallo salam sukses untuk kita semua, GOD BLESS YOU.
Buka Komentar
Tutup Komentar