Skip to main content

Menikmati Curug Malela di Bandung Barat, Niagara of Indonesia

Menikmati Curug Malela di Bandung Barat, Niagara of Indonesia-Yokk kita membicarakan lagi masalah temat wisata, dan saya  kalau nulis tentang wisata maka bawannya semangat, energik dan penuh harap terebih tempat wisata yang saya tulis dalam blog sederhana ini sudah saya alami dan bukan ngarang, jadi saya tulis memang dari pengalaman pribadi

Untuk ngomongin tempat wisata di bandung tidak ada habisnya, dan tersebar di mana-mana mulai dari kota bandung sampai kabupaten bandung, dan saya pun sudah 10 tahun di bandung , belum semuanya di kunjungi

Mungkin karena saya jarang main kali heheh,,

Ini pure pengalaman saya sendiri mengunjungi wisata Curug Malela yang ada di Bandung Barat,  Kabupaten Bandung,
Baca Juga: AKHIR PEKAN TANPA TRAVEL TAPI TETAP ASYIK
Saya mengunjungi curug malela sebetulnya tidak di sengaja, namun berhubung  ketika itu memeliki bebende hate (pacar) orang Rongga Cililin,  ya udah deh sambil menyelam minum air aja, lagi pulak antara rumah si Avril dengan Curug Malela hanya 5 km ke arah barat,

Curug malela memang dulu masa saya masih jadi anak kampus sekitaran tahun 2014 tidak begitu terkenal seperti sekarang ini,  dan bahkan sedikit orang yang mengenalinya hal ini terbukti saat saya menayakan arah jalan ke curug malela ke warga masih dalam satu desa dengan curug malela tidak mengetahuinya

Untuk sekilas dan pertama kali saya melihat curug malela memang mirif sungai niagara  yang ada di Ontario Kanada,

Emang pernah gitu melihat sungai Ontario Kanada? Udah sih di TV wkwkwk

lho emang segimana bagusnya sih Curug  Malela ini?

Yo simak terus tulisan saya ini

Surga tersembunyi di Bandung barat ini memang sedikit di ketahui publik, yang menjadi alasan klasiknya adalah berada di pinggir desa dan lembah yang jauh dari jalan raya,  di tambah lagi  kondisi jalan  menuju Curug Malela masih belum di bangun secara baik,  masih bebatuan koral yang belum tersentuh aspal terutama sehabis jalan perkebunan teh Rongga sampai curug Ontarionya

Belum lagi masyarakat lokal yang tidak jauh dari Curug Malela yang sudah mengenal dan pernah ke curugpun tidak mengeskopost ke sosmed, padahal kalau rajin upload ke sosmed bukan tidak mungkin akan mendatangkan wisata baru, apalagi di jaman modern ini cukup mudah memasarkan suatu daerah yang keren dan pastinya cepat di kenal orang, dan mendatangkan wisata baru ke kawasan tersebut
Seperti halnya saya dulu memeliki pengalaman, saat belum lahirnya sosmed macam IG, Facebook Curug Uci yang ada di Desa Girimukti belum terkenal, namun semenjak anak Girimukti mengekspost ke sosmed mereka macam ke Instagram dan Facebook, saat ini sudah banyak mendatangkan wisatawan baru ke curug uci, walapun hanya sebatas curug yang belum di jadikan objek wisata yang serius

Jadi saya rasa dengan adanya internet dan perkembangan teknologi itu bisa memberi dampak positif untuk kemajuan suatu usaha atau daerah, dan sosmed ini termasuk dua mata samurai, tinggal kita yang menggunaakannya sepeti apa

Menuju Curug Malela Dan Alamat

untuk kamu yang akan berencan liburan ke curug Malela perlu memeliki daya fisik yang kuat? lho kenapa emang? Yang menjadi alasannya adalah waktu perjalanan yang lama bisa memakan waktu sampai 3 jam dari kota Bandung, jika kamu menggunakan kendaraan roda dua, kalau menggunakan kendaran roda empat lebih lama lagi, namun saran saya lebih baik pakai sepeda motor , sebab nantinya akan melewati jalan batu koral dan lumayan panjang terutama saat sudah melewati kebun teh  Rongga, kalau saya saranin lebih cocok menggunakan motor trail lebih keren

untuk anda datang  dari Bandung tinggal menuju kota Cimahi- Batujajar-Cihampelas-Cililin-Sindang Kerta-Bunijaya-Perkebunan teh Rongga-Desa Cicadas untuk alamat lengkapnya Curug Melela berada di kampung Manglid , Desa Cicadas, Kecamatan Rongga Kabaupaten Bandung Barat

jalan yang menuju curug Malela memang dari Bandung sampai Rongga dan perkebuann rongga melewati aspal lumayan baik walaun dari Cililin ada banyak jalan yang berlubang namun dari perkebuan teh rongga sampai ke curug malelanya lumayan sulit menaiki gunung, menuruni lembah, tapi alhamdulillah untuk tahun 2018 saya ke sana lagi,  jalan yang dulu masih koral alhamduliah sudah di aspal sebagian namun belum semuanya

sambil mengendarai mulai dari cililin kita akan di sugguhkan dengan pemandangan tanah tegalan, hamparan perkebunan teh, perkampungan warga, dan juga warung-warung kecil di pinggir jalan yang menjual bensin eceran, dan menurut saya emang suasana sepanjang perjalan damai banget dah dan membawa kendaran itu enaknya santai sambil menghirup udara segar khas kebun teh, apalagi saat itu saya bareng sama si bebeb, jadi makin betah aja dah, heheh,,,

untuk mendapatkan susasana adem, hening dan dingin itu, kita  jarang-jarang lho bisa merasakan apalagi hidup di perkotaan yang bisingnya hamir tiap detik

di saat kita lelah cape di perjalanan kita bisa berhenti  di sekitran kebun teh atau mampir di warung kecil sambil menikmati segelas teh atau kopi, sambil menghirup udara sepoi-sepoi dan sesekali  mendengar suara burung samar-sama dari kejauah

di kawasan kebun teh sejauh mata memandang, melihat hutan dan perkampungan yang nun jauh di sana, mengingatkan saya hidup di desa saat masih bocah jauh dari keramaian kota dan hiruk  pikuk kehidupan kota Metropolitan,

Terkenalnya Curug Malela memang kita akui masih begitu asing di telinga masyarakat Jawa Barat pada umumnya,  namun seiring dangan banyak orang yang mengekspost ke media sosial curug malela  makin di kenal masyarakat luas, terutama masyarakat yang ada di Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung

yang paling menjadi memoriable banget untuk saya adalah banyak kenangan dengan si ‘’dia’’ yang pernah menjadi tambatan hati selama lebih dari 8 bulan hhihi

tambatan hari saya ini alamatnya desa Cicadas, Rongga dan anak seorang TNI yang bertugas di Koramil, dan kebetulan juga antara rumah dia dengan Curug Malela tidak memakan waktu lama dan bisa di tempuh kurang dari 1 jam

singkat cerita dengan pacar dan ke tiga teman saya menyempatkan diri untuk mengunjungi curug yang mirif Niagara ini, saya menepuh kurang lebih 45 menit karena jalannya koral dan saya kurang mahir mengendarai sepeda motor di jalan koral apalagi jalan penuh lobang dan becek, jadi waktunya agak lama, padahal menurut orangatua cewe, bisa  di tempuh 30 menitan

Sampai di Lokasi Curug Malela

akhirnya saya sampai di  lokasi memang membuat saya kagum, dari kejauah saja sudah bagus begitu, tapi ada kesannya anker, sebab di sekitaran curug malela tumbuh pohon-pohon tinggi
saya jalan kaki kurang lebih 1,5 Km menuju sungai dan lumayan curam namun kondisi jalan lumayan lebar dan bersih dan juga sudah pake paping  block

sampai di lokasi saya hanya bisa terperangah melihat curug begitu indahnya dan juga memeliki banyak cabang itu, pantas saja orang-orang menamai mirif sungai Niagara, subhanallah


curug-malela-bandung-barat--notes-asher

curug-malela-ontario-kanada-notes-asher


aya hanya main ari dan tidak berani mandi, walpaun si pacar saya nyaranin untuk mandi, namun saya takut broo,,,

tidaklama saya di curug berhubung teman saya merasa takut dan cuaca seperti mau hujan, dan kurang dari 30 menit saya pulang lagi.

emangnya kendaraan tidak sampai ke curug gitu? Tidak tapi kendaran kita bisa di titipkan di warung, untuk tempat parkirnya lumayan luas dan aman dan tidak ada tarif parkir

Sejarah Curug Malela

Nama curug malela adalah di ambil dari nama  Eyang Tadjimalela dan menurut penduduk sekitar merupakan orang yang mendiami curug tersebut, dan menurut petugas karcis, kalau kebetulan ada pengunjung bisa melihatnya dengan mata telanjang namun ini hanya orang teretentu  yang memeliki keahlian supranatural dan akan menampakan diri dengan perawakan kakek-kakek dan berjenggot putih panjang, mendengar penuturan petugas parkir saya merasa  takut, namun beliau  menyarankan tenang jangan takut karena eyang Tajimalela tidak mungkin mengagagu asal jangan  mengeluarkan kata kotor dan sombong

curug-malela-bandun-di-lihat-dari-jauh-notes-asher
Curug Malela di lihat dari Pintu Masuk dan lanjut jalan kaki

Nah apakah kita perlu takut? Tentus saja tidak dan ini aman 

curug malela termasuk 7 curug yang berada di sungai tersebut dan curug malela termasuk curug paling atas yang memeliki ketingggian  60-70 meter dan memeliki 5 jalur air dan semuanya sama besarnya dan lebar, dan antara curug satu dan curug berikutnya adalah sekitaran 1 km dan masih ke dalam Desa Cicadas, dan kadang juga banyak monyet yang bergelatungan di atas curug sambil minum

Tiket Masuk Curug Malela

pintu-masuk-curug-malela-notes-asher

untuk tiket masuk kita cukup merogoh kocek Rp 10.000 per orang dan anak-anak di bawah 10 tahun tidak di pungut biaya, biaya parkir free,  dan menurut tukang parkir kalau kebetulan penuh kadang parkir di bahu jalan, namun untuk sekarang ini terlihat juga lahan parkir di perluas

Sarana yang Ada di Curug Malela

Tidak ada sarana yang menonjol hanya di pintu masuk ada warung kecil penjual aneka gorengan dan minuman  dan juga ada tempat peristirahan khsus yang di buat mirip payung dan tempat duduk dari kayu terdapat 2 buah dan kita bisa menikmati curug dari jauh sambil menikmati tiupan angin semriwing

di lokasi curug lumayan bersih dan kalau kita ingin di photo boleh duduk di batu-baru besar di dekat dengan curug, dan kita juga boleh mandi dan renang, namun perlu hati-hati terutama bagi kamu yang baru mengunjungi sebab masih terkesan anker

nah apakah anda tertarik kah untuk mengunjungi curug malela yang ada kecamatan Rongaa Kabupaten Bandung ini?

NB:
O iya untuk  saat ini sudah ada petunjuk mulai dari Cililin sampai ke Lokasi mengenai keberadaan objek wisata Curug Malela, jadi kita tidak mungkin sulit mencari Curug Malela

*) Flaten Images for: Instagram@curugmaniabandungraya, @doelgugat, @cheska_px

** Happy nice day
Comment Policy: Hallo salam sukses untuk kita semua, GOD BLESS YOU.
Buka Komentar
Tutup Komentar