Skip to main content

Yang Membuat Liburan di Hari Raya Kurang Asyik

Yang Membuat Liburan di Hari Raya Kurang Asyik-Tidak tekeculai saya moment hari raya adalah moment paling di nantikan saban tahun, karena di hari raya moment penuh kebahagiaan
Di hari raya pada umumnya banyak  di manfaatkan oleh masyarakat untuk senang-senang liburan, kumpul keluarga, saudara, teman, kerabat di kampung dan yang berpuasa di moment lebaran bisa merdeka kembali yang selama 1 bulan penuh menahan dahaga, lapar dan emosi

Untuk sebagain orang hari raya di manfaatak untuk melakukan kegiatan apapaun yang sifanya menghibur diri bisa jalan-jalan mengujungi tempat wisata yang di idam-idamkan atau sekedar menikmati istana keluarga di rumah

Baca Juga: Menikmati kota Bandung dari Puncak Bintang Bandung

tapi bagi saya moment hari raya itu adalah zona nyaman untuk males-malesan dan karena memang untuk sebagian orang selain di hari raya sulit menemukan waktu untuk lama kumpul  dengan keluarga

hari-raya-lebaran-bandung-notes-asher
Famyly hari raya lebaran (Photo Instagram: Emy_93_Ventura)

1. Macet

Tidak bisa di pungkiri apabila hari raya  tiba maka yang akan kita raksana adalah macet, macet itu bukan hanya di jalan-jalan kota provinsi menuju wilayah tertentu, tapi menuju tempat-temat wisatapun sama halnya

Dan khususnya bagi saya menjelang hari raya tiba kurang menarik untu pepergian, yang menjadi alasannya adalah ‘’macet’’ dan apalagi saya sering tidak sabar menghadapi kemacetan, jadi bagi saya santai di rumah sambil ngobrol bareng menjadi pilihan yang tepat wkwk

Saya pernah trauma akibat macet, ceritanya pada lebaran tahun 2018 ketika itu sekeluarga memutuskan untuk wisata ke daerah Lembang,  Bandung,

Dari Leuwi Panjang berangkat jam 07.00 menggunakan kendaran roda empat, dengan beranggapapan masih pagi kendaraan masih jarang dengan kemungkian jalan tidak akan macet, eh angapan itu meleset, setelah sampai Jalan Juanda, di situ sudah mulai tearasa padet, jalan,,, stop,, jalanl stop lagi,  singkat cerita sampai di Floating Market Lembang sekiat pukul 12.43 padahal di hari biasa bandung-Lembang bisa di tempuh kurang dari 2 jam, nah ini sampai 5 jam, dan saat di perjalannan sampai ayah merasa putus asa, bahkan mengajak untuk putar balik, dan ternyata maju kena-mundur kena, yang pada akhirnya lanjut terus

Dan apa yang di rasakan sampai tempat wisata bukan happy-happy menikmati wahana yang ada malah, badan lesu, capek, kesal dan, lapar.
Maka sejak itu ini jadi gambaran untuk saya, jadi jangan liburan di saat musim lebaran

2. Masih kangen dengan keluarga


Dengan jarangnya ketemu keluarga di kampung perasaan kangen dan ingin rasanya berlama-lama bersama mereka, apalagi ketemu hnaya satu tahun sekali di saat moment lebaran doang
Di tambah kampung pada umumnya banyak keluarga yang menghampiri untuk silaturahmi
Daripada waktu di manfaatkan untuk jalan-jalan kurang begitu penting dan mengurasa uang tidak sedikit, mendingan uang tersebut di pakai untuk makan-makan dengan sanak keluaraga dan itu menjadi moment yang paling berkesan

3. Masuk tempat wisata mahal


Sudah tidak bisa di pungkiri di saat moment hari raya semua tempat wisata bisa di pastikan tiket cenderung naik, hak ini pengaruhi animo masyarakat mengunjungi ke tempat wisata cukup tinggi, maka tidak heran kenaika tiket bisa lebih dari 50% terelebih tempat wisata yang sudah memeliki nama sepeti Dupan, Borobudur dan temapt wisata tekenal lainnya

Nah daripada mahal-malah bayar karcis mendingan uang di donasikan untuk dhuafa atau zakat kan itu lebih baik

Dan apabila merencanakan untuk wisata sebaiknya 1 minggu setelah hari raya biasanya tiket masuk wisata kembali normal dan pengujung mulai turun karena memang sudah ada perusaahann yang memeperkerjakannya kembali dan fiil kita jalan-jalan itu dapat banget

4. Kurang bisa menikmati liburan


Saking banyaknya orang yang datang ke tempat wisata sudah pasti akan ramai dengan pengujung, akhirnya tujuan awal kita ingin senang-senang menikmati tempat wisata dengan keluarga, malahan wisata manusia dan ribet dengan pengunjung lain dan akhirnya kita kurang bisa menikamti wahana yang tersedia

5. Bosan


Tujuan kita mendatangi tmeat wisata adalah untuk senang-senang, namun saking banyaknya animo orang malah di landa rasa jenuh dan bosan, dan pada ujungnya ingin segera pulang apalagi kita membawa anak kecil,  padahal sangat di sayangkan sudah datang jauh-jauh , tiket masuk mahal dan menikmat tempat wisata cuman sebentar.

6. Banyak kejadian yang tidak di inginkan


Coba tengok di televisi hampir saban tahun ada aja orang akibat mudik atau wisata yang celaka atau meninggal, ini terjadi karena ketidak hati-hatian pengemudi, ugal-ugalan, akibat mengantuk dll,   kita tahu yang namanya celaka tidak ada yang bisa tahu, namun upaya menimalisir itu suatu hal yang penting

Hal kecil untuk meminimalisir kecelakaan setidaknya kita ikut mematuhi aturan yang ada, misalnya kendaraan dalam kedaan fit, tidak mengendari kendaran sedang mengantuk, dan tidak mengemudi saat konsetrasi buyar

7. Di Anggap Kurang Penting


Untuk sebagian orang kadang moment lebaran di anggap kurang penting, mungkin mereka sudah bosan ke tempat wisata yang mengangapnya begitu-begitu saja tidak ada yang unik terlebih pergi ke tempat yang sama

Padahla untuk para pekerja yang hari-hari di padati dengan tugas, deadline, meeting, dan segudang laporan, moment hari raya itu sangat di  nantikan, karena memang di anggap hari raya adalah zona kebebasan untuk berekspresi

Nah kita sebenta lagi akan merayakan hari raya kemenangan umat islam dan menikmati hari raya lebaran, waktu liburan di hari raya mau di manfaatka buat apa sih? Boleh dong kamu comment di bawah ya

*Happpy Nice Day
Comment Policy: Hallo salam sukses untuk kita semua, GOD BLESS YOU.
Buka Komentar
Tutup Komentar