Cara kami berbicara

Thursday, April 30, 2020

Hemat uang di masa Pandemi covid-19

Dengan adanya covid yang mewabah di di seantero jagat, membuat dunia seakan memaksa kita untuk mengalah dan tunduk terhadapnya, tapi kita sebagai manusia yang memeliki akal dan agama tidak menyerah begitu saja, tapi di wajibkan untuk berupaya melakukan perlawanan

Virus yang mewabah membuat semua orang berhenti aktivitas

Pekerjaan  yang di pukul mudur virus adalah hampir semua sektor, kecuali untuk perusahaan pengadaan alat kesehatan, obat dan dan pelayanan rumah sakit yang masih tetap berlanjut

Dengan  adanya virus, pemerintah secara serentak menerbitkan aturan, yang mana para pekerja untuk sementara waktu tidak bekerja di luar rumah
dan sebagai penggantinya himbauan dari pemerintah adalah bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah



Tidak sedikit perusahann yang merumahkan karyawannya baik sementara atau di putuskan hubungan kerja secara sepihak, dan di sini muncul permasalahan,social seperti kejahatan, pengangguran, dan masalah social lainnya

Terhentinya ativitas kerja tentu saja pendapatan keluarga menurun, bahkan tidak sedikit keluarga dengan adanya pandemi jatuh misikin,

Baca Juga: Tidak mudik lebaran aktivitas ini bisa kita lakukan

Kita sebagai orang yang bisa merasakan langsung dampak dari pandemi, salah satunya adalah pandai dalam mengatur keuangan keluarga, walaupun pendapatn keluarga minim tapi masih bisa memenuhi kebutuhan keluarga di rumah

1. Mencatat pengeluaran dan pemasukan uang


Uang yang kita dapat dari gaji, usahan atau apapun itu perlu adanya pencatatan  untuk memastikan ketepatan uang dan sebetulnya ada pencatatan ini bukan  hanya pada musim pandemi saja,  tapi di saat -masa akan datangpun perlu adanya pecataan secara terperinci

mengapa orang kaya lebih memahami dan lebih pelit dalam perhitungan uang, karena mereka tahu mana yang lebih penting mana yang kurang, jadi memeliki prioritas masing-masing

 Keuntungan dengan adanya catatan adalah bisa mengetahui antara pengeluaran dan pendapatan jangan sampai kita loss kontrol


2. Harus memeliki sikap bijak terhadap uang


Apa dari maksud bijak dari pernyataan di atas? maksud dari ini adalah, kita harus bisa bijak mengatur uang, mana uang di pakai untuk kebutuhan yang medesak dan mana yang tidak, jangan sampai di karenakan hanya untuk memenuhi keinginan akhirnya mengorbakan tabungan yang sudah lama d simpang dengan alasan bla,, bla,, bla,, dan tentu hal ini kurang di sarankan

Kita harus pandai prediksi masih mending wabah ini berakhir secara cepat, bagaimana jikalau terus berlanjut dalam jangka waktu lumayan lama dan kondisi keuangan yang seperti ini, yang rugi kita kita kan

3. Jangan tergiur dengan promo


Promo adalah obat yang paling ampuh di saat hati yang sedang kurang semangat, mengapa demikian? karena khusus para wanita apabial sudah mendengar promo yang awalnya mode alfa bisa berubah ke mode delta, seakan-akan otak perlu siaga dan menghadapi tantangan

Promo adalah satu kata mujarab yang bisa mengubah moodbooster seseorang kembali up
Untuk mengurangi rasa tergiurnya hati untuk belanja barang dengan embel-embel ''promo'', sepertinya kita di haruskan puasa dulu membuka aplikasi yang berbau belanja online, atau mungkin untuk sementara waktu di unistall aja dulu deh aplikasinya, sudah tahu kan maksudnya apa?

4. Harus bisa membedakan mana kebutuhan konsumtif mana kebutuha produktif


Kita sering kali terjebak dengan nostalgia kesenangan duniawi, seakan hidup terpana dengan sesuat yang mambut hati senang

Saat di masa krisis global seperti ini, kita perlu pandai menjadi seorang akuntansi yang handal, yang memeliki daya pikir dan analisis yang kuat terhadap perekonomian rumah tangga, mengapa ini penting? tentu saja denga mengambil keputusan yang tepat dan analis yang cerdas akan menghasilkan output yang berkualitas

Khusus ibu rumah tangga, harus pandai mana kebutuhan konsumtif dan mana kebutuhan produktif, untuk menjadi komitmen

Misal tahun ini untuk sementara tidak dulu membeli baju, ini termasuk konsumtif atau bukan ?
Tahun ini akan membeli kebutuhan bahan-bahan kue untuk di jual kembali,ini kebutuha konsumtif atau produktif

Melatih dari situ saja kita sudah bisa membedakan di antara keduanya, dan sebagai orang yang sudah berkeluarga harus pandailah mengatur keuangan agar ekonomi keluarga tidak semakin memburuk


Nah itu share ulasan sederhana kita untuk kali ini, salam sehat luar biasa ,dan untuk anda pada saat ini sedang melakukan ibadah puasa ramadhan, semoga puasanya di terima oleh Allah SWT, dan di berikan kelancaran dan untuk kamu yang belum insyaf yang suka Godin tengah hari, semoga kamu segera insyaf, INGAT, kematian itu tidak memandang usia

** Happy nice day

No comments: