Skip to main content

Ngariung di pinggir Curug Uci sambil menikmati bakar ayam kampung, maknyoss

Jika kamu mengunjungi Desa Girimukti-Cisewu Garut, anda jangan hanya mengunjungi kerabat keluarga saja, tapi coba sesekali anda mengunjungi curug uci yang ada di Kampung Punduk Curug RT 1 RW 01 dan itung-itung refresh otak di dekat air terjun


desa-girimukti-cisewu-garut
Curug Uci Desa Girimukti-Cisewu


Saran saya adalah saat mengunjungi curug uci perlu rombongan, selain demi keamanan juga untuk memupuk kebersamaan antar sesama teman

Nah gimana untuk jalannya? untuk sementara jalan menuju curug uci masih kurang terawat karena memang tidak ada petugas khusus hanya saja ada sebagian warga punduk curug yang ikhlas untuk membersihkan jalan, akan tetapi untuk kendaraan roda dua sudah  bisa di parkirkan lebih dekat ke kampung punduk curug walapun harus di teruskan kembali dengan jalan kaki yang panjangnya kurang dari 2 Km yang melewati jalan curam lebih dari 80 derajat

Di  Curug uci selain menyajikan pemandangan air terjun yang luar biasa menakjubkan juga bisa melakukan kegiatan lain seperti photo selfi, meditasi, bakar-bakar dan melakukan kegiatan yang lain yang penting tidak mengganggu akitvitas dan membahayakan lingkungan sekitar

Baca Juga: Perlu hati-hati Benda yang Bisa Menyebabkan Penyebaran Covid-19

Memasuki  curug uci dan setelah melewati perjalanan panjang kita akan menemukan warung yaitu warung aki Eman, yang mana di warung ini bisa membeli kebutuhan untuk bekal makanan walaupun warung cukup sederhana tapi bisa menolong kita di kala kelaparan, di warung aki Eman tersedia camilan-camilan sederhana seperti kerupuk pangsit, cendol, kopi, bala-bala, bumbu-bumbu dan harganya lumayan terjangkau. jadi untuk kamu yang tidak membawa makanan dari rumah bisa beli dulu di warung aki Eman dulu ya

tidak jauh dari warung aki Eman kita akan di lanjutkan dnegan perjalan yang ambyar dan lumayan extreme dan untuk kamu yang jarang atau belum pernah melewati jalan curam perlu hati-hati kalau perlu jalannnya saling pegangan, karena ini lumaya curam dan cukup berbahaya, karena apabila jatuh lumayan tragis terlebih jalan sempit, batu licin dan di bawahnya bebatuan

Sudah mendekat ke area curug yang akan kita rasakan adem, dan yang awalnya kita nafas ngos-nogsaan akan segera pulih dengan menghisap udara dingin khas curug uci

Nah untuk kamu yang berencana untuk bakar-bakar baik itu ikan atau ayam, bisa berhenti dulu sebelum sampai ke sungai, di situ ada tempat yang mana sering kali di gunakan oleh pengunjung lain untuk bakar-bakar, cirinya ada durukan (abu hitam), dan untuk anda yang berniat langsung saja memelih tempat yang sudah orang gunakan sebelumnya dan jangan mencari tempat baru tentunya untuk keamanan dan kenyamanan

di tempat khusus ini kita bisa bakar ikan atau ayam, dan kita tidak perlu membawa kompor atau alat masak lain,tapi cukup mengumpulkan kayu bakar yang suda tersedia di lokasi, seperti ranting kayu , bambu yang sudah kering dan lain sebagainnya

bagaiman cara menghidupakan api, bisa menggunakan salumpit (dari bambu yang berwarna putih) atau daun-daunan yang kering, dan terutama di musim kemarau kayu bakar yang tersedia cukup banyak,

Untuk ketesediaan alat bakar di lokasi curug uci memang tidak ada, tapi untuk masak nasi seperti kastrol  bisa bawa dari rumah, termasuk air minum,dan jangan lupa juga membawa golok untuk potong kayu dll

Jadi apabila kamu niat bakar-bakar yang perlu di persiapkan adalah, kastrol, beras, air minum, golok, bumbu -bumbu, uang, korek gas dan bila perlu membawa peralatan lain

Air untuk mencuci sudah tersedia di dekat sungai, dan airnya lumayan bersih, bisa kita gunakan untuk minum asal di masak telebih dahulu dan itu aman bebas dari limbah ya,

setelah semua sudah di sediakan, selanjutnya kita membuat tungku dari kayu, bisa di buat segitiga, dari bahan kayu basah, kenapa kayu basah, agar tidak muda terbakar

Untuk kenyamanan menurut saya cukup nyaman di tambah tiupan angin sepoi-sepoi dari air terjun di tambah rindangnya pohon bambu yang membuat suasana makin nyaman dan betah untuk bersantai

setelah semua beres kita bisa di mulai untuk bakar-bakar, yang jelas kita sebagai pengguna perlu hati-hati terlebih di sekitar curug banyak pohon dan ranting yang mudah terbakar, jadi kudu hati-hati ya, gayss

Setelah selesai bakar bisa kita makan ngariun (berkumpul) sambil menikmati nasi liwet hangat dan ayam/ikan bakar yang maknyos,,, sebenarnya ayam/ikan bakar tidak perlu bumbu macam di restoran tapi cukup dengan membubuhkan garam dan kecap pun sudah lumayan enak, terlebih di makan barengan di alas daun pisan dan di makan secara bersama-sama barng teman atau kerabat. Hmmm luar biasa nikmat bukan?

Dan saat kebersamaan ini kadang bisa memetik hasil yaitu kita bisa lebih dekat dengan teman, dan rasa batinnya itu kembali dekat, jadi main bareng, makan bareng dalam daun pisang bersama-sama itu banyak positifnya terebih di makan sambil kita makan di tempat yang eksotik ini

Perlu di perhatikan  juga untuk keamanan setelah bakar-bakar di curug uci perlu di perhatian adalah api bekas bakarnya itu, jangan sampai kita menianggalkan api masih menyala, tapi setelah selesai bakar -bakar api segera di padamkan dengan cara di banjur dengan air si bekas bakar-bakar tersebut dan perlu di perhatikan juga sampah plastik bekas makanan atau bungkus apapun itu mendingan di bakar, jangan di kumpul di lokasi, kita perlu saling menjaga lingkungan agar curug uci tetap asri.

*** Happy nice day
Comment Policy: Hallo salam sukses untuk kita semua, GOD BLESS YOU.
Buka Komentar
Tutup Komentar