Skip to main content

Rebung bambu adalah makanan tradisional yang memeliki kandungan gizi tinggi

Kalau kita mendengar rebung pasti terlintas dalam pikiran kita adalah tunas? atau mungkin anda tidak tahu rebung itu apa? rebung adalah tunas dari bambu, atau kata orang sudan adalah ''Iwung''

Sudah lajim terutama orang sunda dan jawa masakan yang terbuat dari rebung cukup melegenda dan termasuk makanan yang kaya akan serat dan vitamin, dan salah satunya adalah bisa memperlancar pencernaan dan berperan aktif dalam menyerap racun dalam tubuh

Iwung pengerjaanya sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu agak lumayan lama dari awal sampai bisa di konsumsi membutuhan waktu kurang dari 6 jam, dan pada umumnya yang membuat lama adalah saat perendaman di ember/wajan untuk membuang racunnya dan itu bisa memakan waktu sampai 3 jam

Rebung bambu selain kaya akan manfaat dan proses memasaknya tidak perlu bumbu yang rumit cukup penydap rasa, garam dan gula sudah menjadi sayuran yang enak akan tetapi agar rebung bambu lebih wangi dan nikmat bisa menambahkan taburan bawang daun di atasnya setelah pasakan di hidangkan

Rebung bambu tidak tumbuh tiap bulan

rebung-bambu-muda


Biasanya rebung bambu tdak tumbuh saban waktu akan tetapi ada waktu tertentu tumbuh pada umumnya rebung bambu siring dengan memasuki musim hujan antara bulan Agustus sampai Januari, dan pada bulan tersebut semua jenis bambu tumbuh tunas, seirng dengan musim hujan, kenapa ini terjadi  karena rebung bambu perlu air banyak untuk pertumbuhan

Bambu yang di pilih untuk di olah jadi tumisan yang enak

Bambu Besar (Bambu Gombong)

rebung-bambu-temen

Bambu Gombong sangat mudah di jumpai terutama di Daerah Jawa Barat dan mugkin tiap daerah memeliki nama yang berbeda-beda, hampir tiap kampung terutama di Garut tumbuh subur,  bambu Gombong tahan penyakit dan mudah tumbuh di berbagai jenis tanah, karakteristik pohon yang besar dan memeliki ruas yang panjang dan  memeliki akar yang kuat

Baca Juga: Menikmati perkebunan teh Malabar Pangalengan yang sejuk

Bambu gombong dewasa di gunakan untuk  berbagai macam keperluan seperti tiang panggung hajatan ,pagar kebun,atau mungkin bisa di jadikan penyangga penahan saat proses nembok rumah

rebung bambu gombong sedikit agak pahit dan keras, karena memeliki serat yang kasar, tapi apabila sudah masuk wajan,  rasanya maknyos

Bambu Aur (Bambu haur)

Untuk bambu jenis aur jarang sekali di jadikan pasakan , karena selain sulit di temukan dan juga kadang pahitnyan kebangetan terlebih masak yang kurang lama terutama saat perebusan

aur ada dua jensi ada yang kuning dan ada yang hijau, yang sering kali di jadikan tumis rebung bambau adalah yang hijau, karena  memeliki kepahitan yang rendah, mudah di dapat dan rasanya jauh beda dengan rebung bambu kuning,

Selain itu ada mitos orang yang memeliki ilmu kebatinan (kejawen di alarang makan rebung bambu) karena mengakibatkan ilmu kebatina menjadi kurang matih (kurang bagus/luntur).  wallahu Allam

Bambu Temen (Awi temen)

Nah ini rebung bambu yang paling enak dan paling sering di cari oleh para penggila makanan bambu, karena memeliki rasa yang enak serat yang lentur dan saat perendaman tidak perlu butuh lama, maka tidak jarang bambu temen jarang ada rebung jadi tumbuh dewasa, terlebih kebun bambu tidak jauh dari pemukiman penduduk

Bambu Hitam (Awi  Hideung)

Untuk rebung bambu hitam  tidak kalah enak hanya saja khususu di Cisewu  sepertinya saat ini sulit di dapat karena jarang orang menanam jenis bambu ini,

bambu yang sudah tumbuh dewasa di jadikan untuk di jual atau di komersilkan dengan di kreasikan untuk meja bambu, calung dan ukiran  karena memeliki warna hitam yang pekat, mengkilat terlebih bambu yang sudah tua terkesan semakin indah

Cara pengolahan rebung bambu

Rebung yang sudah di bawa dari kebun, kemudian di kupas kulit bagian luar, sampai bersih  dan tidak ada lagi kulit luar yang hitam , lalau di iris tipis-tipis sampai kurang dari 3 mm, mengapa ini penting untuk mengeluarkan getah dan racun  dan rasa pahit, dan setelah di iris tipis kemudian di rendam di dalam air yang mengalir atau di tempat biasa namun ganti air setiap 2 jam agar si getah terbuang dan ini tergantung rebung bambu apa dulu? khusus rebung bambu aur, gombong perlu lebih lama lagi bisa sampai 5 jam perendaman, biarkan di rendam selama kurang dari 3 jam, ini untuk memastikan getah terbuang habis

Setelah di rendam lalu di rebus sampai lentur atau di tim sampai matang, dan ini untuk menghilangkan getah dan rasa pahit, dan setelahnnya biarkan di tiriskan sampai dingin, lalu di masak biasa di beri bumbu dan aneka jenis penyedap lainnya

rasanya cukup enak dan sangat cocok di makan bersama keuarga di rumah, dan termasuk makan tradisional Jawa Barat

Makanan yang cocok di konsumsi dengan rebung bambu

hasil-olahan-rebung-bambu
Hasil Olahan dari Rebung Bambu

Untuk memilah jenis makanan apa yang cocok dengan rebung bambu adalah semuanya cocok akan tetapi yang paling enak adalah di padu padankan dengan sambal, lalapan dan ikan asih, dan di konsumsi saat petang menuju sore hari dan telebih di makan dengan anggota keluarga di rumah

Nah itu ya apakah kamu suka makan rebung kah

*** Happy nice day

Comment Policy: Hallo !! Salam sehat untuk kita semua, salam kenal dari Blogger Cisewu-Garut.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->